Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa laporan awal mengindikasikan korban terakhir terlihat saat sedang bermain di area dataran dekat sungai. Insiden ini segera memicu respons cepat dari otoritas setempat dan tim SAR, menyadari urgensi situasi, terutama mengingat usia korban yang masih sangat muda. Pencarian intensif telah dilancarkan sejak laporan diterima, dengan harapan dapat segera menemukan MA dalam kondisi selamat.
Sungai Cisimeut, yang melintasi beberapa wilayah di Lebak, dikenal dengan karakteristik alirannya yang dapat berubah-ubah, terutama setelah hujan. Kondisi ini menambah kompleksitas operasi pencarian. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, serta unsur-unsur lainnya, telah menyusun strategi pencarian yang komprehensif, mencakup area perairan maupun daratan di sepanjang bantaran sungai.
Dalam upaya mempercepat penemuan korban, tim SAR dibagi menjadi beberapa unit. Unit Pencarian dan Penyelamatan (SRU) I dikerahkan untuk menyisir area perairan menggunakan perahu karet milik Basarnas dan BPBD Kabupaten Lebak. Mereka menelusuri aliran sungai sejauh lima kilometer dari titik dugaan hilangnya korban (Last Known Position/LKP). Penelusuran di air merupakan metode krusial dalam kasus hilangnya seseorang di lingkungan sungai, mengingat potensi korban terbawa arus hingga jarak yang cukup jauh.
Sementara itu, SRU II berfokus pada pemantauan visual dan penyisiran darat. Tim ini bergerak menyusuri bantaran sungai sejauh dua kilometer dari LKP, mencari setiap petunjuk atau tanda keberadaan korban. Penyisiran darat sangat penting untuk memeriksa area-area yang mungkin tersembunyi, seperti semak belukar lebat, tumpukan sampah, atau area dangkal di tepi sungai yang sulit dijangkau perahu. Koordinasi antara SRU di air dan di darat menjadi kunci untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam pencarian.
Untuk memperluas cakupan area pencarian dan meningkatkan efektivitas, tim juga memanfaatkan teknologi modern. Sebuah drone thermal dikerahkan untuk membantu dalam upaya ini. Drone dengan kemampuan pencitraan termal ini sangat berguna, terutama dalam kondisi minim cahaya atau di area dengan vegetasi yang sangat lebat, di mana pandangan visual terbatas. Teknologi ini dapat mendeteksi perbedaan suhu, yang berpotensi menunjukkan keberadaan makhluk hidup di bawah kanopi pohon atau di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh manusia secara langsung.
Proses pencarian ini menuntut sinergi yang kuat dari seluruh unsur yang terlibat. Al Amrad menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga, yang meliputi Basarnas sebagai koordinator utama, BPBD Lebak dengan pengetahuan lokal dan sumber dayanya, serta potensi keterlibatan masyarakat dan pihak kepolisian jika diperlukan. Setiap personel yang terlibat beroperasi sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang ketat, tidak hanya untuk efisiensi pencarian, tetapi juga untuk menjamin keselamatan para penyelamat di lapangan.
Kondisi geografis Kecamatan Kalanganyar, yang merupakan daerah pedesaan dengan banyak aliran sungai dan vegetasi hijau, menambah tantangan tersendiri bagi tim SAR. Debit air Sungai Cisimeut yang fluktuatif, terutama di musim penghujan, serta banyaknya bebatuan dan material kayu yang terbawa arus, dapat menjadi penghalang sekaligus bahaya bagi perahu karet dan personel penyelamat. Oleh karena itu, setiap langkah dalam operasi pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan perhitungan yang matang.
Meskipun waktu terus berjalan dan kondisi di lapangan penuh tantangan, semangat dan dedikasi tim gabungan tetap tinggi. Mereka bertekad untuk melakukan penyisiran secara maksimal, tidak menyerah pada setiap kesulitan yang dihadapi. Seluruh sumber daya dan keahlian dikerahkan demi satu tujuan: menemukan balita MA. Harapan besar masyarakat Desa Sukamekarsari dan keluarga korban kini bertumpu pada keberhasilan operasi pencarian yang tiada henti ini.
Pencarian seorang anak kecil di lingkungan sungai selalu menjadi operasi yang sangat sensitif dan mendesak. Setiap detik berharga, dan tim SAR memahami betul tekanan serta ekspektasi yang ada. Mereka terus bekerja tanpa lelah, menyisir setiap sudut yang mungkin, dengan harapan dapat membawa kabar baik bagi keluarga dan komunitas yang menanti dengan cemas. Operasi pencarian ini adalah cerminan dari komitmen kemanusiaan yang mendalam, menunjukkan bagaimana berbagai pihak bersatu padu menghadapi musibah.
Sumber: news.detik.com