AsmitaNews.com – Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic secara tegas menyatakan negaranya tidak akan bergabung dengan ‘Dewan Perdamaian’ yang diinisiasi oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah analisis menyeluruh dan sambil menunggu penyelarasan pandangan dari Uni Eropa, kata Plenkovic pada Kamis (29/1/2026).
Plenkovic menjelaskan, "Setelah analisis menyeluruh, posisi pemerintah… adalah bahwa saat ini Kroasia tidak akan bergabung dengan ‘Dewan Perdamaian’ karena sejumlah alasan." Ia menambahkan bahwa alasan-alasan tersebut akan dijelaskan lebih lanjut di kemudian hari.
Diketahui, Kroasia telah diundang untuk bergabung dengan lembaga internasional baru bentukan Trump tersebut pada awal bulan ini. Namun, Plenkovic menekankan bahwa pihaknya masih menunggu hingga Uni Eropa menyelaraskan pandangannya.
Selain itu, pemerintah Kroasia juga sedang "menilai aspek hukum dan aspek lain dari proposal tersebut." Menurut Plenkovic, hal ini menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.
Sebelumnya, pada hari Rabu, Plenkovic telah membahas masalah ini dengan Presiden Kroasia Zoran Milanovic. Milanovic berpendapat bahwa undangan tersebut harus ditinjau oleh dewan keamanan nasional.
Sebagai informasi, Trump meluncurkan inisiatif Dewan Perdamaian di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss, pekan lalu. Peluncuran tersebut didampingi oleh para pemimpin dan pejabat dari 19 negara yang turut menandatangani piagam pendiriannya.
Sementara itu, sekutu utama AS, termasuk Prancis dan Inggris, juga telah menyatakan keraguan terhadap inisiatif tersebut. Meskipun awalnya dimaksudkan untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza, piagam dewan tersebut tampaknya tidak membatasi perannya hanya pada wilayah Palestina dan dinilai ingin menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa.