Mahasiswa STIK Angkata...

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Sumbang 70 Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

Ukuran Teks:

AsmitaNews.com, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 menyalurkan 70 ekor sapi kepada warga Aceh yang terdampak bencana. Bantuan ini diserahkan secara simbolis di Gampong Blang, Langsa Kota, Aceh, pada Rabu (18/2/2026), untuk mendukung tradisi meugang menjelang Ramadan.

Puluhan ekor sapi tersebut akan didistribusikan ke sejumlah desa di wilayah Aceh yang terdampak bencana. Tujuannya agar masyarakat tetap dapat melaksanakan tradisi meugang menjelang Ramadan.

Diketahui, tradisi meugang merupakan budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian untuk masyarakat.

Ketua STIK Irjen Eko Rudi Sudarto mengatakan, sumbangan ini adalah bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Aceh yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana. "Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita harus hadir meringankan beban mereka," ungkap Eko dalam keterangan tertulisnya.

Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi buat Tradisi Meugang di Aceh

Menurut Eko, bantuan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang selalu diajarkan kepada para mahasiswa. Para mahasiswa STIK berkomitmen membantu proses pendistribusian langsung bantuan ke desa-desa yang membutuhkan, memastikan tepat sasaran kepada masyarakat.

"Saya selalu mengingatkan kepada para mahasiswa kita: gunakan logika dan rasa dalam pelaksanaan tugas di tengah-tengah masyarakat," jelas Eko. Ia menambahkan, logika membimbing tindakan yang tepat, sementara rasa membuat memahami penderitaan sesama. "Kedua hal ini harus berjalan beriringan agar kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis," tegasnya.

Sementara itu, Keuchik (Kepala Desa) Gampong Blang, Junaidi, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana," katanya dengan penuh haru. Junaidi menambahkan, bantuan ini tidak hanya memberikan materi, tetapi juga harapan dan semangat bagi warga.

Salah seorang warga korban bencana, Ibu Salmah (52), turut mengungkapkan kegembiraannya. Ia senang tetap bisa merayakan tradisi meugang di tengah keterbatasan. "Alhamdulillah, kami masih bisa merasakan tradisi meugang tahun ini berkat bantuan dari mahasiswa STIK. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua," ucapnya sambil menahan air mata.

(dok.istimewa)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan