AsmitaNews.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho melaporkan penurunan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas sebesar 15,50% dan fatalitas korban hingga 38,9% selama beberapa hari awal Operasi Ketupat 2026. Data tersebut disampaikan Irjen Agus dari Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026).
Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa sejauh ini selama Operasi Ketupat 2026 belum ada peristiwa menonjol terkait Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas). "Jadi sampai malam ini, kami juga sampaikan Pak Menteri, bahwa Harkamtibmas selama operasi hingga 5 hari ini tidak ada peristiwa yang menonjol," ucapnya. Sementara itu, volume kendaraan terus meningkat hingga malam ini dan sejumlah rekayasa lalu lintas telah dilakukan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono, menyampaikan perkembangan arus kendaraan. Menurut Rivan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta telah mencapai 1,1 juta unit hingga pukul 22.00 WIB pada Selasa (17/3).
Angka 1,1 juta kendaraan itu setara dengan 32% dari total proyeksi. "Arus kendaraan keluar dari Jakarta mencapai 1,1 juta, atau 1.100.000. Sehingga memasuki angka 32% dari proyeksi, sudah mulai bertambah dari hari-hari sebelumnya," ujar Rivan.
Jasa Marga, bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan, terus berkoordinasi dalam penerapan rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah pemberlakuan one way sepenggal yang dilakukan sore hari ini.
"Untuk itulah kemudian bersama Pak Menteri Perhubungan maupun Pak Kakorlantas, dijalankannya one way sepenggal tahap 1 ini," kata Rivan. Berdasarkan proyeksi yang diperkirakan, jumlah kendaraan akan meningkat sampai 34% atau 1,2 juta unit pada malam itu.
Operasi Ketupat 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026. Diketahui, diprediksi akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran tahun ini.