AsmitaNews.com, Leeds United menyatakan kekecewaan mendalam atas ulah suporternya yang menyoraki momen berbuka puasa pemain Manchester City di Elland Road, Minggu (1/3/2026) dini hari WIB. Insiden itu terjadi saat pertandingan disetop pada menit ke-13 untuk memberi kesempatan tiga pemain muslim The Citizens minum dan makan.
Momen jeda pertandingan itu dimanfaatkan Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, dan Omar Marmoush untuk berbuka puasa. Sementara itu, Abdukodir Khusanov juga diketahui berada di bangku cadangan. Saat jeda singkat itu, fans tuan rumah marah dan melontarkan sorakan.
Para suporter beralasan, momen jeda tersebut mengganggu momentum Leeds dalam menekan City. Akibatnya, pendukung Leeds dikecam karena dinilai tidak menunjukkan sikap toleransi.
Berdasarkan laporan BBC, Leeds United kemudian merespons kejadian ini melalui sebuah email. Klub berjuluk The Whites itu menyayangkan perilaku suporternya dan berjanji akan mencegah hal serupa terulang.
"Klub menyadari insiden tersebut dan sangat disayangkan bahwa beberapa pendukung memilih untuk bersorak-sorai selama jeda pertandingan untuk memungkinkan para pemain yang sedang berpuasa Ramadan untuk berbuka puasa," tulis pernyataan Leeds. "Klub saat ini sedang menyelidiki mengapa hal ini terjadi dan apa yang dapat dilakukan ke depannya untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa mendatang," tegas klub.
Manajer Leeds, Daniel Farke, mencoba bersikap netral usai timnya kalah 0-1 dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, fans mungkin tidak mengetahui adanya momen buka puasa saat itu.
"Jujur saja, jika itu sangat tidak sopan, maka kita semua harus belajar dari momen tersebut. Selama pertandingan, itu bukan menurut saya, saya pikir itu lebih karena menjadi kejutan besar bahwa ada jeda. Saya tidak berpikir itu bukan untuk (puasa) Ramadan," kata Farke.
Dia menambahkan, "Seseorang mengatakan itu tertulis di layar, tapi saya tidak yakin orang-orang memperhatikan layar. Jika memang demikian, bagi beberapa orang, itu dianggap tidak sopan, maka itu tidak dapat diterima dan kita harus belajar."
Sementara itu, manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengecam keras aksi suporter Leeds. Ia menyayangkan insiden semacam ini masih menjadi masalah di dunia modern.
"Ini dunia modern, bukan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini," ujar Guardiola. "Kita harus menghormati agama dan menghormati keberagaman, itu intinya. Premier League memperbolehkan jeda satu atau dua menit bagi pemain yang berpuasa, jadi mereka melakukannya. Begitulah adanya, meski sayangnya tetap ada reaksi seperti itu," tegasnya.